Aku, dia, dia, dia dan Tuhan
Dulu aku adalah seorang yang memiliki hubungan spesial dengan Tuhan. Ia seperti seorang sahabat yang selalu mendengar semua keluh kesah ku, memberi solusi dan banyak hal lain. Hingga suatu waktu, aku jatuh cinta pada seorang wanita untuk pertama kalinya. Dia adalah wanita yang berbeda keyakinan denganku. Dari sinilah hubunganku dengan Tuhan mulai retak. Mungkin aku yang terlalu egois, karena menginginkan dia untuk menjadi milikku. Hingga aku membantah pada Tuhan dan bertanya: untuk apa agama diciptakan jika pada akhirnya hanya menjadi sebuah tembok yang membatasi hubungan seseorang, menjadi sebuah alasan seseorang menjauh dan saling tidak peduli?
Dan diakhir hubungan spesial ku dengan Tuhan. Untuk terakhir kalinya aku diberi sebuah bayangan tentang 2 hal dimasa depan. Yang pertama aku akan jatuh sakit tak berdaya di umur 20an tahun. Dan yang kedua, aku akan menjadi orang yang tidak baik.
Bagaimanapun aku tak ingin kedua hal itu terjadi dimasa depanku. Untuk hal pertama, aku berusaha untuk melatih tubuhku yang lemah ini agar memiliki antibodi yang kuat untuk melawan semua bibit penyakit yang ada di dalam diriku. Untuk yang satu ini aku berhasil. Untuk hal kedua, aku berusaha untuk menjalin hubunganku dengan Tuhan kembali karena aku tak ingin retaknya hubunganku dengan Tuhan membuatku menjadi orang yang jahat. Namun, ketika hubunganku mulai kembali. Aku bertemu seseorang yang membuatku jatuh cinta kembali. Dan singkatnya, dia hanya memberi sebuah harapan palsu. Dari sini kemarahanku mulai muncul dan kembali hubunganku dengan Tuhan retak untuk kedua kalinya.
Setelah semua itu, hubunganku dengan Tuhan menjadi semakin jauh dan semakin jauh. Aku berusaha menjalin hubungan kembali, namun setiap aku mulai dekat, selalu saja muncul masalah-masalah yang membuat aku kembali tak percaya pada Tuhan. Bahkan hingga saat ini, aku masih meragukan Tuhan.
Dan pada akhirnya aku membuat sebuah kesalahan besar. Kesalahan ini membuatku teringat dengan bayangan masa depan yang pernah aku lihat.
Harapan terakhirku hanya satu: semoga dia yang ketiga tidak membuatku kecewa. Karena ketika aku kembali kecewa, mungkin bayangan yang pernah aku lihat dimasa depan akan benar-benar terjadi.
Tidak ada komentar